BPJS Kesehatan: Mudah, Murah, Nyaman!

Sewaktu kerja di Bali, gue kan dapet fasilitas BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja dari kantor. Jujur aja selama di Bali gue belum kepikiran bikin BPJS (tapi udah tau keuntungan kalo kita bikin BPJS, kalo asuransi kesehatan kan preminya agak lumayan juga ya bok), jadi pas ditawarin kantor ya sok atuh bikin. Karena kantor yang ngurusin jadi gue gaperlu rempong ngurusin administrasinya, pun biayanya per bulan udah ditanggung kantor. Kelas I.

Nyampe Jakarta… You you you *halah* masih inget kan kalo gue sempet keracunan makanan?! Nah BPJS gue udah gak aktif sekitar setahun lebih lah, salah sendiri gak gua bayar-bayar haha. Alasannya karena gue belum sempet mulu ngurus kepindahan status dari perusahaan (company) ke perseorangan / pribadi, karena belum niat-niat juga jadilah eike gak nyari tau lokasi BPJS Kesehatan wilayah Jakarta Timur-nya dimana (karena rumah gue masuk kawasan JakTim). Yaudah ternyata musti nunggu keracunan dulu baru eike concern *jangan ditiru* 😆

Jadilah eike ke BPJS Kesehatan di deket Pasar Sunan Giri tanggal 06 Juli 2017. Nyampe sana gue masuk lobi trus nanya satpam, katanya kalo peralihan status musti ke basement. Oke deh cusss.

Ternyata cuman disuruh ngisi formulir, dan ngisinya gampang kok. Ikutin aja petunjuk yang ada, yang penting selama pengisian formulir juga disertai KTP dan Kartu Keluarga (masing-masing berupa dokumen asli dan fotokopi). Waktu pengisian formulir, ada juga pilihan: mau kelas berapa dan FasKes I-nya (fasilitas kesehatan klinik / puskesmas terdekat) dimana. Gue pilihnya Kelas I dan Klinik Medikasih. deket rumah. Sebelum tanda tangan, jangan lupa baca S&K alias syarat dan ketentuan berlaku-nya ya. Jatuh tempo pembayaran, telat bayar kena denda berapa, kartu non-aktif, dsb. Jadi nanti pas ada masalah kita gak ngomel-ngomel ke pihak BPJS karena kelalaian kita sendiri yang gak baca ‘manual book‘. Malu-maluin, bro! 😛

Selesai tanda tangan, dari basement gue naik ke atas (lobby) untuk pengaktifan akun. Jadi setelah ambil nomor antrian, gue maju sambil ngasih berkas-berkas gue itu tadi: formulir yang disertai fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Ndilalah alamat gue di KTP dan KK beda, tapi untungnya masih bisa diterbitkan.. Dan masih bisa milih faskes huehehe. Oh iya satu lagi, petugas yang handle gue waktu itu ganteng banget yaowooohh.. Ampe ngences-ngences gue dilayanin dia ❤ huahaha.

Setelah petugasnya masukkin data-data gue ke komputer, dia bilang status BPJS gue bisa dialihkan dari perusahaan ke perseorangan. HALELUYAH! Dia kasih gue selembar kertas berisi kode unik yang musti kita simpan sampai waktu pengambilan kartu tiba, trus kita disuruh tunggu SMS dari pihak BPJS untuk jatuh tempo pembayaran pertama. Gue udah bayar tanggal 20 Juli kemarin melalui ATM Bank BNI di depan kampus dan hari ini (26 Juli 2017) kartunya udah gue cetak dan ambil hehe.

Cepet? Cepet! Senang? Banget! 😀

Btw gue tulis ulang ya disini mengenai prosedurnya:

  1. Ke basement, minta formulir untuk keperluan masing-masing (peralihan status, bikin baru, penambahan anggota keluarga yang ditanggung, etc)

  2. Isi formulir secara lengkap dan jelas menggunakan huruf cetak kapital ABCD

  3. Ambil nomor antrian di lobby, setelah nomor dipanggil serahkan formulir disertai fotokopi KTP dan Kartu Keluarga

  4. Ambil tanda terima berisi kode unik untuk pencetakan dan pengambilan kartu

  5. Tunggu SMS petunjuk pembayaran dari BPJS Kesehatan selama 5 hari kedepan, apabila SMS tidak masuk, lakukan prosedur 1-4 kembali di KCU terdekat

  6. 14 hari kemudian pengguna sudah bisa mencetak dan mengambil kartu.

Dokumen yang diperlukan:

  1. Fotokopi KTP (1 lembar)

  2. Fotokopi KK (1 lembar)

Gampang banget khaaann~ Seinget eike prosesnya cuma 45 menit dan seperti biasa, lama di ngantrinya 😆 Membludak banget pas gue dateng itu. Untuk para pekerja, gue saranin kalian kesini sekitar jam 07:30 pagi masih lowong ngantri gak perlu lama-lama sehingga diharapkan kalian gak perlu telat datang ke kantor.

So, ketemu di puskemas kita? Ambil vitamin? 😆

Advertisements

8 thoughts on “BPJS Kesehatan: Mudah, Murah, Nyaman!

  1. Brarti kamu bikin ulang dari awal ya Ge? gak lanjutin yang bekas BPJS di Bali?
    Mang penting juga sih tuh BPJS walau uda ada asuransi yg lain tp kudu wajib punya jg BPJS. hehe

    1. Bisa dibilang gitu ya Ci, bikin ulang. Karena semua data yang di Bali diubah ke Jakarta dan statusnya kan juga berubah, dari company ke personal. Lupa tulis juga diatas, kartuku yang lama mereka minta untuk kemudian ganti ke kartu baru. Begitu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s