Pretty for Pretty: Sunaka Jewelry from Desa Celuk Bali, Indonesia

Selamat pagi, semuanya! Sekarang udah Desember aja ya and that means Christmas and New Year’s Eve and of course holiday ft. ‘presents’ for me yeay! Ga nyangka December already come tapi masih bingung ya mau ngasih kado apa untuk orang-orang terdekat yang kita sayang?

Untuk orang-orang terkasih sebenarnya gak perlu dipusingin karena kita seharusnya tahu apa yang mereka suka atau nggak suka. Kalo ada yang nanya gue, “Pengen dikadoin apa tahun ini, Grace?” tanpa segan dan tak tau malu gue akan jawab, “Perhiasan! Khusu dari Desa Celuk di Bali!”

Detail amat sis. 😆 #SusahMoveOn

Kenapa harus dari Desa Celuk, sih?

Sini duduk sebentar di sofa. I wanna tell you a story.

milestone-sunaka-jewelry

Sekitar tahun 1915 salah satu warga Desa Celuk yang bernama Nang Gati berangkat menimba ilmu kerajinan pengolahan logam ke Kerajaan Mengwi. Kemudian ia meneruskan ajaran ini kepada generasi pertama pengrajin, yakni berupa perlengkapan upacara keagamaan. Selanjutnya, karya mereka berkembang menjadi kebutuhan perhiasan bagi kalangan keluarga raja dan para bangsawan hingga memasuki zaman kemerdekaan, juga digunakan sebagai warisan leluhur dari generasi ke generasi. Di tahun ’50-an saat Bali mulai dikunjungi turis, sudah mulai berdiri art shop sebagai tempat berjualan. Namun booming baru terjadi pada tahun 1980-an seiring dengan ledakan jumlah wisatawan.

Pada tahun 1980-an penghasilan 90% keluarga di Desa Celuk berasal dari industri kerajinan perak. Pada era itu pula Desa Celuk menjadi salah satu jalur utama paket wisata ke Bali. Paket perjalanan untuk para turist tersebut biasanya diawali dengan menonton Barong di Sukawati, berbelanja di Celuk, makan siang di Ubud, kemudian melihat keindahan alam di Tampaksiring dan Kintamani. Pasar ekspor kerajinan perak ini pun terbuka lebar ke sejumlah negara.

Makanya gak heran ya kalau Desa Celuk menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Bali dengan menjadi pusat industri kerajinan emas dan perak 🙂

Sayangnya masa kejayaan industri kerajinan perak ini mengalami penurunan yang sangat drastis pada awal tahun 2000. Situasinya makin memburuk akibat Bom Bali yang terjadi pada tahun 2002 dan 2005. Seiring dengan sepinya turis mancanegara yang berkunjung ke Bali pada tahun 2002 hingga 2007 banyak pengusaha kerajinan perak di Desa Celuk gulung tikar dan mengalihkan usahanya.

Kini, sejumlah anak muda Desa Celuk menginginkan suatu perubahan dengan menginisiasi pendirian Celuk Design Center (CDC) pada tahun 2009 untuk menyiapkan langkah terobosan. Mereka ingin mem-branding Desa Celuk ini sebagai pusat kerajinan emas dan perak di Bali dan membangkitkan serta mengembalikan masa kejayaan Desa Celuk seperti dahulu. Aneka kegiatan digelar seperti pameran, fashion show, aneka lomba, dan lain-lain. Ada pula acara peluncuran Desa Celuk menjadi salah satu kampung UKM Digital di Bali dengan dukungan PT Telkom Indonesia.

Salah satu brand perhiasan asli Bali yang gue incer adalah Sunaka Jewelry. Gue dikasih tau temen gue kalo Sunaka Jewelry ini mendukung pembangunan Desa Celuk dengan cara mengolah logam menjadi perhiasan siap-pakai dan dijual di tokonya: Toko Kerajinan Perak Bali Sunaka Jewelry. Menurut gue bagus sih, cos, who doesn’t like premium jewelry? Gak cuma ibu-ibu yang suka pake perhiasan, anak-anak, remaja, dan dewasa muda pun sekarang udah banyak yang pake kalung dan/atau gelang, bahkan bapak-bapaknya pun juga suka pake perhiasan, kan. Minimal cincin kawin, deh 😀

cincin-amethyst-rp-1-900-000

Mined in the Four Peaks Mine in Arizona, Uruguay, near the border of Brazil, states of Rio Grande do Sul, Para, and Bahia Brazil, and Zambia, Amethyst is the birthstone for February and the gem for the 6th and 17th wedding anniversaries 

Anyway, usaha Sunaka Jewelry dimulai pada tahun 1979 dengan nama Ketut Sunaka Silversmith (keren juga namanya). Pendirinya adalah bapak I Ketut Sunaka sendiri beserta ibu Ni Wayan Sri Sulastri. Bisnis ini dimulai dari sebidang kamar yang diubah menjadi sebuah toko untuk memajang perhiasan hasil karya bapak I Ketut Sunaka, yang tak lain tak bukan adalah pengrajin peraknya sendiri. Seiring berjalannya waktu pesanan dari berbagai negara terus berdatangan hingga di akhir tahun 1990 Ketut Sunaka Silversmith mempekerjakan hingga lebih dari 50 orang pengrajin perak di Desa Celuk.

anting-bun-jawan-rp-220-000
Bun Jawan Earrings, suit with simple and easy fashion style 

Pada tahun 2009 usaha dan merk dagang Ketut Sunaka Silversmith diwariskan kepada anak dari bapak I Ketut Sunaka, yaitu bapak Kadek Ganda Ismawan yang sekarang mengelola usaha tersebut bersama istri. Dalam menghadapi ketatnya persaingan global pada industri kerajinan emas dan perak, Sunaka Jewelry terus berusaha berinovasi dan berkembang, guna mempertahankan usaha yang menjadi warisan para leluhur.

ombak-segara-sterling-silver-bracelet
Ombak Segara Sterling Silver Bracelet 

Sejak awal tahun 2014, merk ini di-rebranding menjadi Sunaka Jewelry dan telah meluncurkan beberapa koleksi yang sangat kuat hubungannya dengan Bali dan Indonesia. Dalam mendesain koleksi ini sumber inspirasi terbesar berasal dari masyarakat dan juga dipersembahkan kembali untuk masyarakat, khususnya Bali dan Indonesia. Sebut saja koleksi: Padma Acala, Kembang Harum, Langit Khatulistiwa, Tamiang, Getokan, dan koleksi Tridatu, juga koleksi Ombak Segara dan Batik Indonesia sebagai koleksi terbaru. Masing-masing koleksi kerajinan perak Bali ini terdiri dari anting, subeng, pendant alias liontin, bros, cincin, gelang, dan cucuk.

Semua produk yang dihasilkan Sunaka Jewelry melalui proses pembuatan dengan gabungan teknik dan teknologi tradisional dan modern yang menghasilkan produk dengan kualitas terbaik yang menampilkan fitur etnik modern, serta desain kontemporer.

white-mabe-pendant-rp-380-000
White Mabe Pendant

Dengan tagline “Fine Contemporary Bali Jewelry,” moto ini mencerminkan visi Sunaka Jewelry yang hanya akan menghasilkan perhiasan berkualitas baik, halus, indah, detail, dan nyaman dipakai. Dengan menggunakan material batu, perak, tembaga, emas, dan kuningan, model perhiasan yang diproduksi pun bersifat contemporary, yaitu sesuai dengan tren mode terbaru sambil tetap menampilkan ciri khas Bali.

Kalo dari gue sendiri… Setelah ngintip-ngintip IG-nya ada satu perhiasan yang gue incer banget. Gue suka modelnya, gue suka warnanya, ethnic yet lovely. Perpaduan tradisional dan modern yang jadinya sangat cantik. ❤ Coba lihat deh:

we-sell-on-etsy
Keren, kan? Gue naksir yang di tengah 

Oh iya FYI Sunaka Jewelry sendiri juga menjadi salah satu sponsor dalam penobatan Teruna-Teruni Bali 2016 yang diselenggarakan baru-baru ini. Semacam Abang-None Jakarta gitu deh tapi ini dari provinsi Bali. Model mahkota yang di-support oleh Sunaka Jewelry itu bagus banget, menurut gue desain crown-nya cantik, modelnya simple yet still elegant. Amazing! 🙂

mahkota-teruna-teruni-bali

Well mumpung masih ada waktu sampai Natal dan Tahun Baru tiba, kenapa gak sekarang aja ngintip koleksi mereka di FB dan IG disini? 😉

SUNAKA JEWELRY

Lokasi outlet di Bali:

a. Celuk, Jalan Jagaraga no. 28 B Sukawati, Gianyar, Bali 80582

b. Beachwalk lantai 3, Jl. Pantai Kuta, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

c. Sri Ratih Cottage, Jl. Campuhan 1, Penestanan Kelod, Ubud, Sayan, Ubud, Bali, 80572

Facebook: https://www.facebook.com/sunakajewelry/

Instagram: https://www.instagram.com/sunaka_jewelry/

 

Advertisements

5 thoughts on “Pretty for Pretty: Sunaka Jewelry from Desa Celuk Bali, Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s