HAI… SEMUANYA!

Gua lagi on the way ke Karangasem nih. Sebenarnya banyaaakk banget yang mau gua ceritain tentang kegiatan-kegiatan satu bulan ini. Ada yang donor darah lah, update-an skripsi, kunjungan ke education fair, dll.. Belum lagi tentang random thoughts gua yang bikin bingung (sekaligus excited!) karena beberapa diantaranya masih berhubungan dengan bucket list gua juga, xixixi πŸ˜€

image

By the waaayy, pernah ga sih kalian kepikiran tentang SURGA? Sebagai orang yang beriman akan agama yang gua jalani (halah ngaku-ngaku πŸ˜› ), tentu aja di agama gua diajarkan tentang surga. Bagaimana bentuknya, suasananya, isi surga tersebut, karakter penghuninya, dll termasuk aktivitas apa aja yang bakal dilakuin di surga. Percaya gak kalo di bumi kita takut sama singa/buaya/cicak eh di surga malah temenan πŸ™‚ Gua juga diajarin dimana letak surga itu sekarang (dan nanti!) dan apa yang akan dialami bumi ini nantinya. HUWOOOWW! Gua uda belajar akan hal ini dari kecil dan gua sungguh amazed, excited karena dengan belajar tentang surga, gua jadi punya pengharapan: Akan kemana kah gua nanti setelah mati? Some believe the reincarnation concept, some believe that nothing will happened, etc. Tapi gua, kalo selama hidup di dunia ini menjalankan perintah-perintahNya, akan dibawa ke surga, baik melalui proses kebangkitan-setelah-kematian terlebih dahulu atau langsung diangkat hidup-hidup kayak Henokh, kayak Elia.
Akan tiba masanya.
Kalo kata bapak gua, apa yang lo lakuin sekarang merupakan masa-masa training sebelum memasuki kehidupan surga yang sesungguhnya. Kalo lo ga hidup dengan kelakuan surgawi, ya mana mungkin lo masuk surga. Jadinya ga nyambung gitu loh, simulasi dulu.
Kalo kata temen gereja gua, dalam buku Yakobus 4:13 (kebetulan tadi lagi belajar ini juga di kelas Sekolah Sabat), “Berencanalah seakan-akan Tuhan masih lamaaa sekali datangnya tapi bersikaplah seakan-akan Tuhan sebentar lagi datang.” Bingung? Inti gampangnya adalah masukkan Tuhan dalam setiap rencana kehidupan kita dan biarkan kehendakNya yang jadi karena IA tahu yang terbaik buat kita, yang kita butuhkan. Bukan yang kita inginkan.
Yakobus 4:3, coba dibuka dulu Alkitabnya.. Ada Alkitab elektronik di hape masing-masing, kan? Hari gini πŸ™‚
Gua tau agama itu ga setiap saat bisa dilihat, namun sama seperti angin, ia dapat dirasakan. It beyonds our imagination and sometimes logic can’t tell His miracles. Perumpamaan tentang orang sakit disembuhkan, orang lumpuh diberikan kemampuan semula, orang mati dibangkitkan, orang hilang ditemukan, mungkin dianggap dongeng, cerita sampah, hal yang tak mungkin terjadi, dlsb bagi orang yang belum percaya. Namun bagi setiap kita yang mengimaninya, kita memiliki pengharapan. Khususnya GUA. Gua yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu ada buat gua dalam keadaan apapun, bahkan bisa lebih setia daripada pacar kita, orangtua kita, orang terdekat kita. IA lebih mengerti. Bagi gua, Tuhan melebihi sahabat. Gua bisa cerita apa aja ke DIA tanpa takut “bocor,” bahkan selalu kasih solusi & pengertian (walaupun terkadang waktunya mundur sih. Well, it’s about His time not ours).

image

Gua jadi bingung sih dengan orang-orang yang Agnostik, atheis, mereka menggantungkan harapan pada siapa ya? Diri sendiri? Kebanyakan aturan dong, kan pake standar masing-masing. Don’t they want a better lives with a proper rules known from God? Setidaknya orang yang (merasa) ber-Tuhan memiliki standar hidup yang sama sesuai Tuhannya dan sumbernya hanyalah satu, Tuhan sang Pencipta langit bumi laut dan segala isinya, walaupun caranya berbeda.
Eh gua ga menghakimi lho ya cuman heran aja. Semoga tulisan gua bisa menginspirasi, bisa mengajak berpikir walaupun kurang menghibur hehe.
Have a nice weekend! :*

Advertisements

25 thoughts on “HAI… SEMUANYA!

  1. Mempercayai Tuhan itu pilihan, begitu juga dengan menjadi atheis ataupun agnostik. Anyway, kemana atheis menggantungkan harapan? Kepada kerja keras mereka.

    Anyway, aku pernah kerja dengan atheis dan menurutku, justru itu masa kerja terbaik dalam hidupku. The rule was simple: jadi orang baik. Surprisingly, aku justru banyak belajar kebaikan dari atheis karena nilai kemanusiaan mereka beneran diterapkan.

    Jadi kesimpulannya: apapun pilihannya, yang penting jadi orang baik.

  2. mereka yang atheis, ketika merasa hidup ini berat seperti bakal berakhir… sepertinya juga bakal menyebut dan memanggil Tuhan. sebab itu sepertinya sifat dasar manusia sebagai makhluk yang bergantung pada penciptanya… cuma tertutup sama akal mereka

  3. menurut gua sih gak perlu bingung. karena setiap orang punya kepercayaan sendiri2. yang penting untuk dipikirin adalah apa yang kita percayai. tentang apa yang orang lain percaya? gak perlu dipikirin. hehehe.

  4. Sama. Aku jugak heran. Hahah.. πŸ˜€ Tapi aku tau kalok aku masih kurang banyak tahu dan wawasan, jadi ngga bisa nangkep sisi enaknya seorang Atheis. πŸ˜›

    Pernah kepikiran dulu pas masih kecil, di surga bakalan diajarin berenang ngga ya.. Bahahahah.. πŸ˜€

    1. Gausah khawatir Beb di surga mah mau ngapain aja bisa selama masih halal #eh hihihi πŸ˜›
      Aku juga belum berencana jadi atheis sih lol tp setauku mereka punya prinsip: jadilah orang baik yang tidak merugikan orang lain.

      1. Gyahahah.. Apa aja yang kita minta pasti ada dan terjadi ya.. Jadi ngga sabar. Eh. πŸ˜›

        Di daerah ku jugak ada beberapa orang yang atheis. Mereka selo banget sik hidupnya. Lempeng. Ngga macem-macem. Istilahnya aman damai sentosa sejahtera lah..

  5. belakangan makin banyak kenal sama org atheis, tapi so far mereka menjadi org baik sih dan gw ga menghakimi karena itu termasuk kepercayaan mereka juga untuk ga mau percaya sama adanya Tuhan hehehe

  6. Keren nih bahasannya Ge, sensitif tapi dikemas dgn bahasa yg enak.. Kalau soal kepercayaan dr dulu gw fokus sama keimanan gw, soale gw juga ga mau org lain kucuk2 dtg trus ngajarin gw soal keimanan mereka. Cuma karena memang pesan Tuhan adalah pergi dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku, maka gw berusaha dgn jaga hidup sih. Meskipun gak baik2 banget, at least gak jadi batu sandungan buat org lain. Dan yesss.. Gw percaya sama Surga, gak sabar pengen main2 sama Ular kobra disana.. πŸ˜€

    1. Iya kak Py selama ga jadi “batu sandungan” kyanya cukup ya, jangan sampe apa yang diajarin malah ga dilaksanain, kesannya hipokrit banget gitu.

      Hehehe makasih kak, yuk ntar kak Py main sama uler, aku sama biawak *dibahas* hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s